TOEFL Adalah: Jenis Tes, Skor, dan Fungsinya untuk Beasiswa
TOEFL adalah singkatan dari Test of English as a Foreign Language, tes standar dari ETS untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris. Jenis utamanya TOEFL iBT dan ITP, dengan skala skor dan kegunaan yang berbeda, dan sertifikatnya berlaku 2 tahun.

Daftar isi
- Kepanjangan dan Definisi TOEFL
- Jenis-Jenis TOEFL
- Struktur Section dan Skor TOEFL iBT
- Struktur dan Skor TOEFL ITP
- Cara Membaca dan Memakai Skor TOEFL
- Masa Berlaku Sertifikat TOEFL
- Cara Mendaftar dan Gambaran Biaya Tes TOEFL
- Strategi Belajar dan Lama Persiapan yang Realistis
- Fungsi TOEFL di Indonesia untuk Beasiswa dan Karier
- Kesalahan Umum dan Mitos seputar TOEFL
- Perbedaan TOEFL dan IELTS
- Sumber
TOEFL adalah singkatan dari Test of English as a Foreign Language, yaitu tes standar untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris orang yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Tes ini dibuat dan diselenggarakan oleh ETS (Educational Testing Service), lembaga nirlaba asal Amerika Serikat yang menjadi pemilik resmi TOEFL. Jadi kalau kamu bertanya apa itu TOEFL, jawabannya sederhana: sebuah ujian untuk membuktikan seberapa baik kamu membaca, mendengar, berbicara, dan menulis dalam bahasa Inggris di lingkungan akademik. Skornya dipakai kampus, pemberi beasiswa, dan instansi untuk menilai kesiapan bahasa Inggrismu. Menurut ETS, lebih dari 13.000 institusi di lebih dari 160 negara menerima skor TOEFL.
Waktu pertama kali menyiapkan berkas beasiswa, aku sempat pusing sendiri: ada TOEFL iBT, ada TOEFL ITP, satu sumber bilang skor 500 dan sumber lain minta 80, angkanya kelihatan tidak nyambung. Ternyata bukan angkanya yang aneh, tapi jenis tesnya memang berbeda dan skalanya juga berbeda. Banyak orang telat menyadari ini, lalu ikut tes yang salah dan sertifikatnya tidak diterima. Di artikel ini kita bereskan pelan-pelan: kepanjangan dan definisi TOEFL, siapa penyelenggaranya, jenis-jenis TOEFL dalam tabel, struktur section dan rentang skor tiap jenis, cara membaca dan mengirim skor, masa berlaku sertifikat, cara mendaftar dan gambaran biaya, strategi belajar yang realistis, fungsinya di Indonesia untuk beasiswa dan karier, kesalahan umum dan mitos yang perlu kamu buang, sampai beda TOEFL dengan IELTS.
Kepanjangan dan Definisi TOEFL
Kepanjangan TOEFL adalah Test of English as a Foreign Language. Kalau dipecah kata per kata, artinya jadi gamblang:
- Test: ini ujian terstandar, artinya bentuk soal, cara penilaian, dan skalanya seragam untuk semua peserta, di mana pun kamu tes.
- English: yang diukur kemampuan bahasa Inggris, bukan pengetahuan umum atau logika.
- as a Foreign Language: dirancang untuk penutur yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Jadi wajar kalau materinya menekankan konteks akademik, bukan slang sehari-hari.
Yang memiliki dan menyelenggarakan TOEFL adalah ETS, singkatan dari Educational Testing Service, sebuah lembaga penilaian pendidikan nirlaba dari Amerika Serikat. Semua aturan resmi soal TOEFL, mulai dari struktur tes, skala skor, sampai kebijakan penilaian, mengacu pada ketentuan ETS. Karena itu, kalau kamu mau memastikan sebuah informasi tentang TOEFL benar atau tidak, sumber paling sahih adalah situs resmi ETS di ets.org, bukan katalog bimbel atau unggahan media sosial.
Ada satu hal yang wajib kamu pahami sejak awal, dan ini sering disalahmengerti. ETS menegaskan bahwa tidak ada skor lulus atau gagal yang ditetapkan oleh Program TOEFL maupun ETS. Setiap institusi menetapkan sendiri syarat skor minimalnya. Artinya, pertanyaan "berapa skor TOEFL yang lulus" tidak punya jawaban tunggal. Kampus A bisa minta angka tertentu, program beasiswa B minta yang lebih tinggi, dan keduanya sama-sama sah. Jadi jangan mengejar satu angka ajaib, kejar skor yang sesuai target tujuanmu.
Jenis-Jenis TOEFL
Kesalahpahaman paling sering soal TOEFL bukan di angka skornya, tapi di jenis tesnya. TOEFL bukan satu tes tunggal, melainkan beberapa produk berbeda dengan tujuan dan skala skor yang berlainan. Tabel di bawah merangkum jenis TOEFL yang perlu kamu kenali beserta statusnya saat ini.
| Jenis TOEFL | Cara Pelaksanaan | Fokus Penggunaan | Status Saat Ini |
|---|---|---|---|
| TOEFL iBT | Berbasis internet dan adaptif, dikerjakan di pusat tes atau di rumah | Pendaftaran kuliah ke luar negeri, syarat visa pelajar, dan banyak beasiswa | Aktif, tes utama TOEFL saat ini |
| TOEFL ITP | Pilihan ganda, berbasis kertas atau digital | Penempatan dan pengukuran kemampuan internal di institusi atau kampus | Aktif |
| TOEFL Essentials | Berbasis internet, dikerjakan di rumah, durasi lebih singkat | Alternatif bukti kemampuan bahasa Inggris di sebagian institusi | Aktif |
| TOEFL PBT dan CBT | Versi kertas (Paper-Based Test) dan komputer (Computer-Based Test) generasi lama | Bukti kemampuan bahasa Inggris sebelum era iBT | Tidak lagi ditawarkan sebagai tes reguler, digantikan iBT |
Dua jenis yang paling relevan untukmu hampir pasti TOEFL iBT dan TOEFL ITP. TOEFL iBT adalah versi flagship yang diakui luas di seluruh dunia untuk pendaftaran kuliah dan urusan visa. Kalau tujuanmu studi ke luar negeri atau beasiswa yang mensyaratkan tes internasional, ini biasanya yang diminta. Pembahasan mendalamnya ada di artikel khusus TOEFL iBT. TOEFL ITP lebih banyak dipakai untuk keperluan internal, misalnya penempatan kelas, syarat kelulusan kampus, atau tes bahasa Inggris yang diselenggarakan lembaga tertentu, dan detailnya dibahas di artikel TOEFL ITP.
Bagaimana dengan TOEFL PBT dan CBT? Keduanya format lama. CBT berbasis komputer generasi awal dan PBT versi kertas klasik yang dulu memakai skala 310 sampai 677. ETS kini memusatkan tes reguler pada iBT, sehingga PBT dan CBT tidak lagi ditawarkan sebagai jalur umum. Menariknya, skala kertas klasik 310 sampai 677 tidak benar-benar hilang, melainkan hidup di TOEFL ITP Level 1 yang masih memakai rentang skor yang sama. Jadi kalau kamu menemukan sertifikat lama dengan angka seperti 550, itu memakai skala kertas, bukan skala iBT.
Key Takeaway
Jangan samakan TOEFL iBT dan TOEFL ITP. Skalanya beda (iBT sekarang 1 sampai 6 dengan estimasi 0 sampai 120, ITP 310 sampai 677), tujuannya beda, dan pihak yang menerimanya juga beda. Sebelum daftar tes, pastikan dulu jenis TOEFL apa yang diminta oleh kampus atau beasiswa incaranmu. Salah jenis tes berarti buang biaya dan waktu.
Struktur Section dan Skor TOEFL iBT
TOEFL iBT mengukur empat keterampilan lewat empat section: Reading, Listening, Writing, dan Speaking. Sejak ETS memperbarui formatnya, tes ini bersifat adaptif, jadi jumlah item dan waktu bisa sedikit bervariasi menyesuaikan jawabanmu. Tabel berikut memuat struktur resmi yang ditampilkan ETS, lengkap dengan contoh jenis tugas, jumlah item, dan perkiraan waktu dasar per section.
| Section | Contoh Jenis Tugas | Jumlah Item | Perkiraan Waktu Dasar |
|---|---|---|---|
| Reading | Complete the Words, Read in Daily Life, Read an Academic Passage | 50 | 30 menit |
| Listening | Listen and Choose a Response, Listen to a Conversation, Listen to an Announcement, Listen to an Academic Talk | 47 | 29 menit |
| Writing | Build a Sentence, Write an Email, Write for an Academic Discussion | 12 | 23 menit |
| Speaking | Listen and Repeat, Take an Interview | 11 | 8 menit |
ETS mencatat bahwa waktu di atas belum termasuk arahan, dan peserta sebaiknya menyediakan waktu sekitar dua jam untuk menyelesaikan seluruh tes. Karena tesnya adaptif, waktu dan jumlah item bisa berubah. Satu aturan yang perlu kamu ingat: kalau kamu tidak menyelesaikan minimal satu soal Reading, satu soal Listening, satu tugas Speaking, dan satu tugas Writing, tesmu tidak akan dinilai sama sekali. Jadi jangan pernah mengosongkan satu section penuh.
Soal skor, di sinilah banyak informasi lama menyesatkan. Per 21 Januari 2026, ETS mengubah cara pelaporan skor TOEFL iBT ke skala 1 sampai 6 dengan kelipatan setengah poin, agar lebih selaras dengan Common European Framework of Reference for Languages (CEFR). Kamu menerima empat skor section plus satu skor keseluruhan pada skala 1 sampai 6, dan skor keseluruhan adalah rata-rata keempat section yang dibulatkan ke setengah poin terdekat. Selama masa transisi dua tahun setelah Januari 2026, laporan skor juga tetap memuat estimasi skor keseluruhan pada skala lama 0 sampai 120 sebagai pembanding. Pada skala lama itu, tiap section bernilai 0 sampai 30 dan totalnya 0 sampai 120.
Karena banyak kampus dan beasiswa masih memasang syarat dengan angka 0 sampai 120, tabel padanan berikut membantumu menerjemahkan skala baru ke skala lama. Angka pada kolom kanan adalah total minimal 0 sampai 120 yang setara dengan tiap band 1 sampai 6.
| Skor Skala Baru (1-6) | Setara Total Skala Lama (0-120) |
|---|---|
| 6 | 114 ke atas |
| 5,5 | 107 ke atas |
| 5 | 95 ke atas |
| 4,5 | 86 ke atas |
| 4 | 72 ke atas |
| 3,5 | 58 ke atas |
| 3 | 44 ke atas |
| 2,5 | 34 ke atas |
| 2 | 24 ke atas |
| 1,5 | 12 ke atas |
| 1 | 0 ke atas |
Contoh praktisnya begini. Kalau sebuah program magister meminta TOEFL iBT minimal 80 dalam skala lama, itu kira-kira berada di antara band 4 dan 4,5 pada skala baru. Kamu tidak perlu menghitung manual, karena laporan skor resmimu sudah memuat kedua format sekaligus selama masa transisi. Yang penting, jangan kaget kalau hasilmu keluar sebagai angka seperti 4,5, itu bukan berarti kamu gagal, melainkan format pelaporan yang memang sudah berubah.
Benchmark
ETS mencatat TOEFL iBT sudah dipakai lebih dari 40 juta peserta secara global dan skornya diterima lebih dari 13.000 institusi di lebih dari 160 negara. Perubahan skala 1 sampai 6 yang berlaku sejak 21 Januari 2026 tidak menurunkan nilai sertifikatmu, karena laporan resmi tetap menampilkan estimasi 0 sampai 120 selama masa transisi dua tahun. Jadi sertifikat yang kamu pegang tetap bisa dibaca oleh kampus yang masih memakai patokan lama.
Struktur dan Skor TOEFL ITP
TOEFL ITP punya wajah yang berbeda dari iBT. Ia berbasis pilihan ganda, tersedia dalam format kertas maupun digital, dan tidak menguji Speaking dan Writing esai seperti iBT. TOEFL ITP Level 1 ditujukan untuk peserta tingkat menengah sampai mahir, dan inilah level yang paling umum dipakai. Berikut struktur dan rentang skornya sesuai keterangan resmi ETS.
| Section | Jumlah Soal | Waktu | Skala Skor |
|---|---|---|---|
| Listening Comprehension | 50 | 35 menit | 31-68 |
| Structure and Written Expression | 40 | 25 menit | 31-68 |
| Reading Comprehension | 50 | 55 menit | 31-67 |
| Total | 140 | 115 menit | 310-677 |
Selain Level 1, ada TOEFL ITP Level 2 untuk peserta tingkat pemula lanjut sampai menengah, dengan 95 soal, durasi sekitar 70 menit, dan rentang total skor 200 sampai 500. ETS juga menyediakan TOEFL ITP Speaking sebagai tes tambahan opsional yang hanya tersedia dalam format digital, berisi empat tugas selama sekitar 15 menit dengan rentang skor 31 sampai 68.
Karena TOEFL ITP tidak mengukur produksi bahasa aktif secara penuh seperti iBT, penggunaannya cenderung terbatas pada keperluan internal institusi. Ini penting kamu catat sebelum memilih tes: ITP sering diterima untuk syarat kelulusan atau seleksi di dalam negeri, tetapi untuk pendaftaran universitas luar negeri dan syarat visa, yang umumnya diakui adalah TOEFL iBT. Jangan berasumsi, selalu tanyakan jenis mana yang diterima.
Cara Membaca dan Memakai Skor TOEFL
Punya angka skor saja belum cukup, kamu perlu tahu cara membaca laporannya dan mengirimkannya ke tujuan. Laporan skor TOEFL iBT memuat empat skor keterampilan (Reading, Listening, Speaking, dan Writing) plus satu skor keseluruhan. Sejak skala 1 sampai 6 berlaku, tiap angka bisa dibaca sebagai tingkat kemampuan, bukan sekadar nilai mentah, dan selama masa transisi laporan juga menampilkan estimasi 0 sampai 120 supaya kampus yang masih memakai patokan lama tetap bisa membacanya. Ingat lagi, ETS tidak menetapkan batas lulus, jadi istilah skor bagus selalu relatif terhadap syarat tujuanmu.
Untuk memakai skor, kamu mengirimnya ke institusi lewat akun ETS. Biaya tes iBT sudah termasuk pengiriman hingga empat laporan skor resmi gratis, asalkan kamu memilih penerima sebelum tenggat yang ditetapkan menjelang hari tes. Kalau kamu butuh mengirim ke institusi tambahan setelah itu, kamu bisa memesan laporan tambahan melalui akun ETS dengan biaya sekitar US$25 per institusi, selama skormu masih dalam masa berlaku dua tahun. Karena itu, susun dulu daftar kampus atau beasiswa incaranmu sebelum tes supaya jatah empat laporan gratis benar-benar terpakai, bukan malah membayar ekstra belakangan. Kalau kamu masih membandingkan angka minimal antarprogram, lihat betapa beragamnya patokan lewat panduan seperti Beasiswa Bakti BCA supaya kamu tidak mematok satu angka untuk semua tujuan.
Masa Berlaku Sertifikat TOEFL
Salah satu pertanyaan paling sering: berapa lama sertifikat TOEFL berlaku? Untuk TOEFL iBT, jawabannya tegas. ETS menyatakan skor TOEFL tetap berlaku selama 2 tahun setelah tanggal tes. Lewat dua tahun, skormu dianggap kedaluwarsa dan biasanya tidak lagi bisa dikirim ke institusi. ETS bahkan menyimpan datamu selama dua tahun dari tanggal tes.
Aturan dua tahun ini punya konsekuensi strategi yang sering terlewat. Jangan tes terlalu dini. Kalau kamu ikut TOEFL sekarang padahal baru akan mendaftar beasiswa atau kampus dua setengah tahun lagi, sertifikatmu bisa keburu kedaluwarsa saat dibutuhkan. Idealnya, jadwalkan tes agar skornya masih segar tepat pada saat pendaftaran dibuka, bukan jauh-jauh hari tanpa rencana pemakaian.
Perlu dicatat, masa berlaku dua tahun ini berlaku untuk skor resmi TOEFL iBT dari ETS. Untuk TOEFL ITP, karena sifatnya dipakai secara internal oleh institusi penyelenggara, kebijakan masa berlaku bisa ditentukan oleh masing-masing institusi. Jadi kalau kamu memakai ITP untuk keperluan kampus tertentu, tanyakan langsung ke pihak yang meminta, berapa lama mereka menerima sertifikatnya.
Kuncinya, hitung mundur dari tenggat pendaftaran, bukan dari kesiapanmu belajar. Kalau beasiswa yang kamu incar buka pendaftaran Maret tahun depan, ambil tes TOEFL dalam rentang yang membuat skornya masih berlaku pada Maret itu dan sesudahnya, bukan sekarang juga hanya karena sedang semangat. Sertifikat yang kedaluwarsa sama tidak bergunanya dengan tidak punya sertifikat, jadi perlakukan masa berlaku dua tahun sebagai bagian dari strategi, bukan detail sepele.
Cara Mendaftar dan Gambaran Biaya Tes TOEFL
Alur mendaftar TOEFL berbeda menurut jenis tesnya. Untuk TOEFL iBT, semuanya diurus lewat akun ETS. Kamu membuat akun di ets.org, lalu memilih apakah tes dikerjakan di pusat tes resmi atau di rumah. Kalau memilih tes di rumah, ETS meminta kamu memastikan dulu komputer dan ruangan memenuhi syarat teknis sebelum menjadwalkan tes. Setelah itu kamu memilih tanggal dan lokasi, menyiapkan identitas yang sesuai ketentuan, lalu menjadwalkan tes secara daring. ETS juga menyarankan mengunduh Information Bulletin resmi sebelum mendaftar supaya kamu paham seluruh prosedur dari awal sampai pelaporan skor.
Untuk TOEFL ITP, pendaftaran umumnya tidak lewat akun pribadimu, melainkan melalui lembaga penyelenggara seperti pusat bahasa kampus atau mitra resmi ETS, karena ITP memang diselenggarakan secara institusional. Jadi kalau targetmu ITP, tanyakan jadwal dan mekanismenya langsung ke lembaga yang akan menerima sertifikatmu, bukan mencari pendaftaran mandiri di situs ETS.
Soal biaya, aku sengaja tidak menyebut satu angka pasti. Biaya TOEFL iBT berbeda antarnegara, dan ETS menampilkan daftar biaya pendaftaran serta biaya layanan sesuai lokasi tesmu. Angka yang beredar di grup atau blog sering sudah kedaluwarsa. Cara paling aman: buka halaman biaya resmi di ets.org untuk negaramu, lalu siapkan juga cadangan anggaran untuk kemungkinan tes ulang. Sambil menabung biaya tes, kamu tetap bisa berlatih gratis lewat bank soal literasi Bahasa Inggris dan bank soal literasi Bahasa Indonesia untuk melatih kecepatan membaca dan menangkap ide utama.
Strategi Belajar dan Lama Persiapan yang Realistis
Berapa lama harus belajar sebelum tes TOEFL? Jawaban jujurnya bergantung pada titik awalmu. Kalau kamu sudah terbiasa membaca artikel dan menonton konten berbahasa Inggris, beberapa minggu untuk membiasakan diri dengan format soal mungkin cukup. Kalau kamu jarang memakai bahasa Inggris, siapkan waktu lebih panjang dan jangan menaruh jadwal tes tepat sebelum tenggat beasiswa. Aku dulu keliru mengira bisa mengebut semalam, padahal TOEFL menguji kebiasaan berbahasa, bukan hafalan yang bisa disuntikkan mendadak.
Karena iBT menguji empat keterampilan, strateginya sebaiknya dipecah per section. Untuk Reading dan Listening, kuncinya volume: makin banyak teks dan audio akademik yang kamu cerna, makin cepat otakmu menangkap ide utama. Untuk Writing, latih menyusun argumen ringkas yang jelas, bukan kalimat panjang berbunga. Untuk Speaking, biasakan merekam suaramu lalu mendengarkannya kembali, karena di iBT jawabanmu memang direkam dan dinilai secara terpusat.
Bangun rutinitas kecil yang konsisten. Latihan pemahaman teks di bank soal literasi Bahasa Inggris melatih membaca cepat, sementara simulasi tryout berbasis komputer membiasakanmu menjaga fokus dalam durasi panjang, sesuatu yang sering membuat peserta kehabisan tenaga di section terakhir. Tandai kelemahanmu, lalu berikan porsi belajar lebih besar di sana. Menjelang hari tes, jaga kondisi: tidur cukup, datang lebih awal, dan tenangkan diri. Buat sebagian orang, membaca doa sebelum ujian membantu menstabilkan mental supaya bisa tampil sesuai kemampuan asli.
Fungsi TOEFL di Indonesia untuk Beasiswa dan Karier
Di Indonesia, TOEFL bukan sekadar formalitas. Ada beberapa gerbang penting yang meminta bukti kemampuan bahasa Inggris, dan TOEFL jadi salah satu yang paling umum diterima. Ini beberapa fungsinya yang paling nyata.
Syarat beasiswa. Banyak beasiswa mensyaratkan skor bahasa Inggris sebagai bagian dari seleksi administrasi. Beasiswa besar seperti LPDP, Beasiswa Unggulan, dan Beasiswa Indonesia Maju umumnya meminta bukti kemampuan bahasa Inggris, dengan jenis tes dan angka minimal yang berbeda-beda menurut program dan tujuan studi. Kalau kamu sedang menyiapkan berkas, pelajari detail masing-masing lewat panduan Beasiswa LPDP 2026, panduan Beasiswa Unggulan, dan panduan Beasiswa Indonesia Maju, atau bandingkan dengan jalur lain seperti Beasiswa Garuda untuk kampus top dunia.
Syarat masuk program S2 dan S3. Banyak program pascasarjana, baik di dalam maupun luar negeri, memasang skor TOEFL sebagai syarat pendaftaran. Untuk program di luar negeri, yang diminta umumnya TOEFL iBT.
Syarat kelulusan dan sidang. Sejumlah kampus di Indonesia mewajibkan skor TOEFL minimal sebagai prasyarat mengikuti sidang skripsi, tesis, atau wisuda. Di konteks ini, tes yang dipakai sering kali TOEFL ITP yang diselenggarakan oleh pusat bahasa kampus, bukan iBT.
Syarat kerja dan seleksi. Sebagian perusahaan, instansi, dan program seleksi memakai skor TOEFL untuk menilai kemampuan bahasa Inggris pelamar. Standarnya bervariasi tergantung posisi dan lembaganya.
Karena syarat skor beasiswa dan institusi sering berubah tiap tahun, aku sengaja tidak menuliskan angka minimal spesifik sebagai patokan yang berlaku saat ini. Angka yang beredar di internet sering ketinggalan zaman, dan salah patokan bisa membuatmu mengejar target yang keliru. Yang benar: baca buku panduan resmi tahun berjalan dari masing-masing program, misalnya melalui laman resmi LPDP untuk beasiswa LPDP, lalu catat dua hal sekaligus, yaitu jenis TOEFL yang diterima dan angka minimalnya.
Pro Tip
Sambil menabung untuk biaya tes resmi, kamu bisa mulai mengasah kemampuan bahasa Inggris tanpa biaya. Latihan pemahaman teks bahasa Inggris di bank soal literasi Bahasa Inggris membantu membiasakan otakmu membaca cepat dan menangkap ide utama, keterampilan yang sama-sama dipakai di TOEFL. Kamu juga bisa mengukur ketahanan fokusmu lewat simulasi tryout berbasis komputer sebelum menghadapi tes yang sesungguhnya.
Kesalahan Umum dan Mitos seputar TOEFL
Banyak peserta tersandung bukan karena bahasa Inggrisnya lemah, tapi karena salah langkah di awal. Ini kesalahan yang paling sering aku temui, sekaligus mitos yang sebaiknya kamu buang sebelum mendaftar.
- Salah memilih jenis tes. Ikut ITP padahal kampus tujuan meminta iBT, atau sebaliknya. Selalu konfirmasi jenis yang diterima sebelum membayar.
- Tes terlalu dini. Skor iBT berlaku dua tahun, jadi tes jauh sebelum ada rencana pemakaian berisiko kedaluwarsa saat benar-benar dibutuhkan.
- Mengabaikan latihan Speaking. Karena jawabannya direkam, banyak yang canggung lalu menunda berlatih. Padahal satu section yang dibiarkan kosong bisa membuat seluruh tesmu tidak dinilai.
- Percaya angka minimal lama. Syarat skor beasiswa berubah, patokan tahun lalu belum tentu berlaku sekarang.
Sekarang giliran mitosnya. Mitos pertama, ada skor TOEFL yang otomatis lulus di mana saja. Tidak ada, ETS tidak menetapkan batas lulus dan tiap institusi memasang syaratnya sendiri. Mitos kedua, TOEFL itu ya tes berskor 500-an. Angka 500-an adalah skala kertas yang kini hidup di TOEFL ITP, bukan skala iBT yang sekarang memakai 1 sampai 6. Mitos ketiga, sertifikat TOEFL berlaku selamanya. Skor iBT hanya berlaku dua tahun sejak tanggal tes. Mitos keempat, TOEFL pasti lebih mudah daripada IELTS. Tidak ada yang mutlak lebih mudah, yang ada adalah format yang lebih cocok dengan gaya belajarmu. Menghindari empat kesalahan dan empat mitos ini saja sudah menyelamatkan banyak biaya dan waktu, apalagi kalau targetmu jalur kompetitif seperti Beasiswa Garuda yang mengincar kampus papan atas dunia.
Perbedaan TOEFL dan IELTS
Setelah paham TOEFL, pertanyaan berikutnya biasanya: pilih TOEFL atau IELTS? Keduanya sama-sama tes bahasa Inggris yang diakui luas, tapi ada beda mendasar. IELTS dimiliki bersama oleh British Council, IDP IELTS, dan Cambridge University Press and Assessment, sementara TOEFL dimiliki ETS. Tabel berikut merangkum perbedaan utamanya.
| Aspek | TOEFL iBT | IELTS |
|---|---|---|
| Pemilik | ETS (Educational Testing Service) | British Council, IDP IELTS, dan Cambridge University Press and Assessment |
| Jumlah section | 4: Reading, Listening, Speaking, Writing | 4: Listening, Reading, Writing, Speaking |
| Skala skor | 1 sampai 6 dengan kelipatan setengah poin, selaras CEFR, disertai estimasi 0 sampai 120 selama transisi | Band 1 sampai 9, dengan poin utuh dan setengah |
| Cara tes Speaking | Direkam lewat komputer, dinilai oleh tim penilai terpusat | Wawancara langsung dengan penguji |
| Format | Berbasis internet dan adaptif, di pusat tes atau di rumah | Berbasis komputer atau kertas |
Perbedaan yang paling terasa buat peserta ada di bagian Speaking. Di TOEFL iBT, kamu berbicara ke mikrofon dan jawabanmu direkam lalu dinilai oleh tim terpusat, sehingga penilaiannya konsisten dan bebas dari bias pewawancara. Di IELTS, kamu berhadapan langsung dengan penguji dalam format wawancara. Tidak ada yang lebih unggul secara mutlak, ini soal kenyamanan. Kalau kamu gugup berbicara tatap muka dengan orang asing, format rekaman TOEFL bisa terasa lebih ringan. Kalau kamu justru lebih hidup dalam percakapan nyata, IELTS mungkin lebih pas.
Menariknya, sejak TOEFL iBT beralih ke skala 1 sampai 6 yang selaras CEFR, membandingkan hasil TOEFL dan IELTS jadi lebih mudah karena keduanya kini sama-sama bisa dipetakan ke tingkat CEFR. Meski begitu, keputusan akhir tetap kembali ke satu hal: tes mana yang diminta oleh kampus atau beasiswa tujuanmu. Cek syaratnya dulu, baru pilih tesnya, bukan sebaliknya.
Sumber
- ETS, TOEFL iBT Test Content (struktur section, jenis tugas, jumlah item, waktu, aturan penilaian minimal)
- ETS, Understanding TOEFL iBT Scores (perubahan skala 1 sampai 6 per 21 Januari 2026, estimasi 0 sampai 120, tabel padanan, tidak ada skor lulus atau gagal)
- ETS, TOEFL iBT Information Bulletin (PDF) (masa berlaku skor 2 tahun)
- ETS, TOEFL iBT Scores (skor diterima lebih dari 13.000 institusi di lebih dari 160 negara)
- ETS, TOEFL iBT Test Registration (cara membuat akun, syarat tes di rumah, penjadwalan daring, biaya bervariasi menurut negara)
- ETS, Send Your TOEFL iBT Scores (empat laporan skor resmi gratis, laporan tambahan US$25 per institusi, skor berlaku 2 tahun)
- ETS, TOEFL ITP Test Content (Level 1 dan Level 2, jumlah soal, waktu, skala 310 sampai 677)
- ETS, About the TOEFL ITP Tests (tujuan penggunaan dan keterampilan yang diukur)
- IELTS, IELTS Scoring in Detail (skala band 1 sampai 9)
- IELTS, Who Accepts IELTS Scores (kepemilikan bersama British Council, IDP, dan Cambridge)
- LPDP Kementerian Keuangan (panduan resmi beasiswa LPDP)
Pertanyaan yang Sering Diajukan
TOEFL adalah singkatan dari apa?
TOEFL adalah singkatan dari Test of English as a Foreign Language, yaitu tes standar untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris penutur yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Tes ini dimiliki dan diselenggarakan oleh ETS (Educational Testing Service), lembaga penilaian pendidikan nirlaba asal Amerika Serikat. Skornya menilai kemampuan membaca, mendengar, berbicara, dan menulis dalam konteks akademik.
Apa perbedaan TOEFL iBT dan TOEFL ITP?
TOEFL iBT berbasis internet, adaptif, menguji empat keterampilan termasuk Speaking dan Writing esai, dan diakui luas untuk kuliah ke luar negeri serta syarat visa. TOEFL ITP berbasis pilihan ganda (kertas atau digital), memakai skala 310 sampai 677 pada Level 1, dan lebih banyak dipakai untuk penempatan atau keperluan internal institusi. Untuk studi ke luar negeri, umumnya yang diminta adalah iBT.
Berapa skor TOEFL yang bagus?
Tidak ada skor lulus atau gagal yang ditetapkan ETS. Setiap institusi menentukan sendiri syarat minimalnya, jadi skor yang bagus bergantung pada tujuanmu. Sejak 21 Januari 2026, TOEFL iBT memakai skala 1 sampai 6 (selaras CEFR) yang disertai estimasi 0 sampai 120 selama masa transisi. Sebagai gambaran, band 4 setara total sekitar 72 ke atas dan band 5 setara sekitar 95 ke atas pada skala lama.
Berapa lama masa berlaku sertifikat TOEFL?
Skor TOEFL iBT berlaku selama 2 tahun sejak tanggal tes menurut ketentuan ETS. Lewat dua tahun, skor dianggap kedaluwarsa dan biasanya tidak bisa lagi dikirim ke institusi. Untuk TOEFL ITP yang dipakai secara internal, masa berlaku bisa ditentukan oleh institusi penyelenggara, jadi tanyakan langsung ke pihak yang meminta.
Apa perbedaan TOEFL dan IELTS?
TOEFL dimiliki ETS, sedangkan IELTS dimiliki bersama British Council, IDP IELTS, dan Cambridge University Press and Assessment. TOEFL iBT kini memakai skala 1 sampai 6 (dengan estimasi 0 sampai 120), sementara IELTS memakai band 1 sampai 9. Bedanya paling terasa di Speaking: TOEFL merekam jawaban lewat komputer dan menilainya secara terpusat, sedangkan IELTS memakai wawancara langsung dengan penguji.
Berapa skor TOEFL minimal untuk beasiswa LPDP?
Syarat skor bahasa Inggris beasiswa seperti LPDP berbeda menurut program dan tujuan studi, serta bisa berubah tiap tahun. Karena itu, jangan berpatokan pada angka yang beredar di internet. Baca buku panduan resmi tahun berjalan di laman lpdp.kemenkeu.go.id, lalu catat dua hal sekaligus: jenis TOEFL yang diterima (iBT atau ITP) dan angka minimalnya.
Apakah TOEFL ITP bisa dipakai untuk beasiswa dan kuliah luar negeri?
TOEFL ITP umumnya dipakai untuk keperluan internal institusi, seperti penempatan kelas atau syarat kelulusan kampus dalam negeri. Untuk pendaftaran universitas luar negeri dan syarat visa pelajar, yang biasanya diterima adalah TOEFL iBT. Selalu periksa jenis TOEFL yang diminta pada panduan resmi beasiswa atau kampus tujuanmu sebelum memilih tes.
Ditulis oleh
Tim Redaksi Target Lulus
Tim penyusun konten Target Lulus. Seluruh info seleksi dirujuk ke pengumuman resmi BKN, KemenPAN-RB, SNPMB, dan instansi terkait dengan tautan sumber di setiap artikel.
Tim Redaksi Target Lulus menyusun rangkuman materi, bank soal, dan panduan seleksi berdasarkan kisi-kisi serta peraturan resmi. Setiap klaim jadwal dan persyaratan selalu ditautkan ke sumber resminya.