Passing Grade SKD CPNS: TWK 65, TIU 80, TKP 166 Resmi
Passing grade SKD CPNS terbaru adalah TWK 65, TIU 80, dan TKP 166 dengan skor maksimal 550, sesuai KepmenPANRB No. 321/2024. Artikel ini membedah cara menghitung skor per jenis soal lengkap dengan simulasi perhitungan dan strategi menembusnya.

Daftar isi
Passing grade SKD CPNS (nilai ambang batas) yang berlaku saat ini adalah 65 untuk TWK, 80 untuk TIU, dan 166 untuk TKP, dengan nilai kumulatif tertinggi 550. Angka ini berlaku untuk kebutuhan umum dan ditetapkan lewat KepmenPANRB No. 321 Tahun 2024, konsisten dengan aturan sebelumnya di KepmenPANRB No. 651/2023. SKD sendiri terdiri dari 110 soal (30 TWK, 35 TIU, 45 TKP) yang dikerjakan dalam 100 menit lewat sistem CAT BKN. Kamu wajib lolos ketiga ambang itu sekaligus; unggul di satu subtes tidak bisa menambal subtes lain yang jeblok.
Saya sering lihat peserta fokus mengejar skor total setinggi mungkin, padahal yang menggugurkan justru satu subtes yang meleset dua atau tiga soal saja. Karena itu, memahami cara kerja passing grade dan hitungan skor per jenis soal itu sama pentingnya dengan latihan soal itu sendiri. Mari kita bedah satu per satu.
Apa Itu Passing Grade SKD CPNS
Passing grade atau nilai ambang batas adalah skor minimal yang harus dicapai peserta pada tiap subtes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) agar dinyatakan memenuhi syarat lanjut ke tahap berikutnya. Istilah resminya di regulasi adalah "Nilai Ambang Batas" (NAB), dan angkanya ditetapkan oleh Menteri PANRB lewat Keputusan Menteri yang terbit tiap tahun anggaran seleksi.
Dasar hukumnya berlapis. Payung aturannya adalah PermenPANRB No. 6 Tahun 2024 tentang Pengadaan Pegawai Aparatur Sipil Negara: Pasal 30 ayat (1) menetapkan SKD dilaksanakan dengan CAT BKN, Pasal 43 ayat (1) menyatakan pelamar dinyatakan lulus jika memenuhi Nilai Ambang Batas dan/atau berperingkat terbaik, dan Pasal 43 ayat (3) mendelegasikan penetapan angka NAB kepada Keputusan Menteri. Permen ini sendiri tidak memuat angka ambang batas, jumlah soal, maupun durasi. Untuk seleksi CPNS Tahun Anggaran 2024, penetapannya lewat KepmenPANRB No. 321 Tahun 2024 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Pengadaan PNS, yang ditetapkan 29 Juli 2024 dan berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Catatan penting soal rujukan: banyak artikel lama masih menyebut PermenPANRB No. 27 Tahun 2021 sebagai dasar yang berjalan. Aturan itu sudah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku oleh PermenPANRB No. 6 Tahun 2024 Pasal 69, jadi statusnya kini hanya rujukan historis.
Satu hal lagi yang perlu dicatat: NAB ditetapkan per tahun anggaran. Per 17 Juli 2026, belum ada pengumuman resmi jadwal seleksi CPNS nasional berikutnya, sehingga belum ada pula Kepmen NAB baru. Regulasi NAB terakhir yang sah tetap KepmenPANRB 321/2024, sehingga seluruh angka di artikel ini berstatus acuan TA 2024. Kalau ada situs yang mengklaim "passing grade CPNS 2026 resmi", cek dulu dasarnya; selama Kepmen baru belum terbit, angka itu spekulasi.
Key Takeaway: Passing grade SKD berlaku per subtes, bukan total. TWK minimal 65, TIU minimal 80, TKP minimal 166. Gagal di satu subtes berarti gugur, meskipun skor kumulatifmu 500.
Rincian Passing Grade SKD CPNS: 65 TWK, 80 TIU, 166 TKP
Berikut struktur lengkap SKD beserta nilai ambang batas untuk kebutuhan umum, berdasarkan KepmenPANRB 321/2024 (Diktum KEENAM untuk jumlah soal, KEDELAPAN untuk skor maksimal, dan KEDUA BELAS untuk ambang batas):
| Subtes | Jumlah Soal | Skor Maksimal | Passing Grade |
|---|---|---|---|
| TWK (Tes Wawasan Kebangsaan) | 30 | 150 | 65 |
| TIU (Tes Intelegensia Umum) | 35 | 175 | 80 |
| TKP (Tes Karakteristik Pribadi) | 45 | 225 | 166 |
| Total | 110 | 550 | - |
Seluruh 110 soal dikerjakan dalam satu sesi 100 menit sesuai Diktum KETIGA. Artinya rata-rata waktu per soal kurang dari 55 detik. Ini alasan kenapa manajemen waktu jadi pembeda terbesar antara peserta yang lolos dan yang tidak, bahkan di antara mereka yang penguasaan materinya setara.
Perlu diketahui juga, angka 65/80/166 berlaku untuk pelamar kebutuhan umum dan kebutuhan khusus putra/putri Kalimantan (Diktum KETIGA BELAS). Pelamar kebutuhan khusus lain punya ketentuan tersendiri di Kepmen yang sama: lulusan terbaik berpredikat "Dengan Pujian"/cumlaude dan diaspora memakai nilai kumulatif SKD paling rendah 311 dengan TIU paling rendah 85 (Diktum KELIMA BELAS), sedangkan penyandang disabilitas, putra/putri Papua, dan putra/putri daerah tertinggal memakai nilai kumulatif paling rendah 286 dengan TIU paling rendah 60 (Diktum KEENAM BELAS). Selalu cek pengumuman resmi instansi dan dokumen KepmenPANRB 321/2024 untuk kategori pelamarmu.
Benchmark: Sebagai gambaran ketatnya persaingan, SKD CPNS 2024 diikuti 3.035.723 pelamar yang lolos administrasi untuk memperebutkan 250.407 formasi (siaran pers BKN No. 010/RILIS/BKN/X/2024). Lolos passing grade saja belum tentu aman; peringkat skor menentukan siapa yang lanjut ke SKB.
Cara Menghitung Skor SKD per Jenis Soal
Sistem penilaian SKD berbeda antara TWK/TIU dan TKP. Ini sering bikin peserta baru bingung, jadi mari kita rinci. Aturannya ada di Diktum KETUJUH KepmenPANRB 321/2024.
Skor TWK dan TIU: Benar 5, Salah 0
Untuk TWK dan TIU, setiap jawaban benar bernilai 5, sedangkan jawaban salah atau tidak menjawab bernilai 0. Tidak ada sistem minus. Konsekuensinya jelas: jangan pernah membiarkan soal kosong. Menebak pun tidak akan mengurangi skormu, jadi isi semua soal sampai detik terakhir.
- TWK: 30 soal x 5 = skor maksimal 150. Untuk mencapai passing grade 65, kamu butuh minimal 13 jawaban benar.
- TIU: 35 soal x 5 = skor maksimal 175. Untuk mencapai passing grade 80, kamu butuh minimal 16 jawaban benar.
Skor TKP: Skala 1 sampai 5, Tidak Ada Jawaban Salah
TKP unik. Setiap opsi jawaban bernilai antara 1 sampai 5, dan hanya soal yang tidak dijawab yang bernilai 0. Jadi tidak ada jawaban "salah" di TKP, yang ada jawaban kurang optimal. Dengan 45 soal, skor maksimal TKP adalah 225.
Untuk menembus passing grade 166, rata-rata nilai per soal yang kamu butuhkan adalah 166 dibagi 45, yaitu sekitar 3,69. Artinya kamu harus konsisten memilih opsi bernilai 4 atau 5 di mayoritas soal. Kalau terlalu sering terjebak opsi bernilai 2 atau 3, ambang 166 cepat sekali terasa jauh. Materi TKP sendiri mencakup pelayanan publik, jejaring kerja, sosial budaya, teknologi informasi dan komunikasi, profesionalisme, serta anti radikalisme (KepmenPANRB 321/2024 Diktum KEDUA huruf c).
Pro Tip: Di TKP, kerjakan semua 45 soal apa pun yang terjadi karena nilai minimal tiap jawaban adalah 1, sedangkan soal kosong bernilai 0. Satu soal kosong berarti kamu membuang minimal 1 poin gratis, dan di seleksi seketat ini selisih 1 poin bisa menentukan peringkat. Latih pola pikir "pilih respons paling proaktif dan berorientasi solusi" lewat bank soal yang menyediakan pembahasan skala nilai per opsi.
Simulasi Contoh Perhitungan Skor SKD
Supaya makin kebayang, mari hitung dua skenario peserta fiktif.
Skenario 1: Andi, Lolos Passing Grade
- TWK: 20 benar x 5 = 100 (ambang 65, lolos)
- TIU: 21 benar x 5 = 105 (ambang 80, lolos)
- TKP: 45 soal terjawab dengan rata-rata nilai 4 = 180 (ambang 166, lolos)
- Total: 100 + 105 + 180 = 385 dari maksimal 550
Andi memenuhi ketiga ambang batas, jadi statusnya memenuhi syarat. Apakah otomatis lanjut SKB? Belum tentu. PermenPANRB 6/2024 Pasal 31 ayat (5) menetapkan pengumuman hasil SKD ditentukan paling banyak 3 kali jumlah kebutuhan jabatan berdasarkan peringkat tertinggi dari yang memenuhi Nilai Ambang Batas. Jadi 385 bisa aman di satu formasi dan tersingkir di formasi lain yang lebih kompetitif.
Skenario 2: Budi, Gugur karena Satu Subtes
- TWK: 28 benar x 5 = 140 (lolos, nyaris sempurna)
- TIU: 15 benar x 5 = 75 (ambang 80, tidak lolos)
- TKP: rata-rata 4,2 = 189 (lolos)
- Total: 140 + 75 + 189 = 404
Ini bagian yang menurut saya paling kejam sekaligus paling adil dari sistem SKD: total skor Budi (404) lebih tinggi dari Andi (385), tapi Budi gugur karena TIU-nya kurang 5 poin alias satu soal saja. Skenario seperti Budi sangat mungkin terjadi karena ambang TIU 80 dari skor maksimal 175 menuntut hampir separuh jawaban benar di subtes yang materinya paling teknis, sehingga TIU sering dianggap subtes paling menantang. Jangan sampai kamu jadi Budi berikutnya; ukur kesiapanmu per subtes lewat tryout SKD dengan timer dan sistem skor yang sama seperti CAT.
Kalau ada dua peserta dengan nilai SKD sama persis di batas 3 kali jumlah kebutuhan jabatan, penentuannya berurutan mulai dari nilai TKP, lalu TIU, sampai TWK yang tertinggi (Pasal 31 ayat (6)). Jika masih sama juga, keduanya sama-sama diikutkan SKB (Pasal 31 ayat (7)). Perlu diingat pula, SKD bukan penentu akhir: nilai akhir adalah integrasi SKD 40 persen dan SKB 60 persen sesuai Pasal 45 ayat (3).
Satu kabar baiknya: karena SKD memakai CAT BKN yang terdigitalisasi, kamu bisa tahu memenuhi ambang batas atau tidak sesaat setelah selesai mengerjakan seluruh soal. Skor peserta bahkan ditayangkan publik lewat layanan live score di kanal YouTube resmi BKN. Tidak ada drama menunggu berminggu-minggu untuk sekadar tahu skor sendiri.
Strategi Menembus Passing Grade SKD
Dari struktur penilaian di atas, ada beberapa strategi yang bisa langsung kamu terapkan:
- Hitung target aman per subtes, bukan target total. Contoh target realistis: TWK 18 benar (90), TIU 20 benar (100), TKP rata-rata 4 (180). Semua ambang terlewati dengan margin, total 370.
- Prioritaskan TIU dalam porsi latihan. Ambang 80 dari maksimal 175 artinya kamu harus benar hampir separuh soal di subtes yang materinya paling teknis: analogi, silogisme, analitis, berhitung, deret angka, perbandingan kuantitatif, soal cerita, dan figural. Mulai dari materi yang paling sering keluar di bank soal TIU.
- Jangan remehkan TWK karena ambangnya "cuma" 65. Materi resminya luas: nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara (Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika), dan bahasa negara. Rincian lengkapnya bisa kamu baca di artikel kisi-kisi SKD CPNS, dan latihannya ada di bank soal TWK.
- Isi semua soal tanpa kecuali. Tidak ada penalti jawaban salah di ketiga subtes.
- Latihan dengan timer 100 menit penuh. Simulasi resmi gratis juga tersedia di cat.bkn.go.id/simulasi untuk membiasakan diri dengan antarmuka CAT. Cara kerja sistemnya kami bahas tuntas di artikel CAT BKN.
Pro Tip: Saat tryout, catat skormu per subtes selama beberapa sesi berturut-turut. Kalau TWK dan TKP sudah stabil di atas ambang tapi TIU naik-turun di kisaran 75-85, itu sinyal untuk mengalihkan 70 persen waktu belajarmu ke TIU. Data skor pribadi jauh lebih jujur daripada perasaan "sudah siap".
Passing Grade SKD CPNS vs Sekolah Kedinasan
Banyak yang mengira passing grade SKD sekolah kedinasan identik dengan CPNS. Mirip, tapi tidak sama. Rujukan resmi terakhir untuk sekolah kedinasan adalah KepmenPANRB No. 93/2022: TWK 65 dan TIU 80 sama dengan CPNS, tetapi ambang TKP-nya 156, lebih rendah 10 poin dari CPNS. Struktur soalnya sama (30/35/45, total 110 soal, 100 menit, skor maksimal 550). Ada pula ketentuan afirmasi untuk peserta dari daerah tertentu: nilai kumulatif minimal 281 dengan TIU minimal 55.
Intinya, kalau kamu menyiapkan diri dengan standar passing grade CPNS yang lebih tinggi, kamu otomatis siap untuk standar sekolah kedinasan. Latihan yang sama, dua peluang berbeda.
Sumber
- KepmenPANRB No. 321 Tahun 2024 (PDF resmi BKN): Diktum KEDUA, KETIGA, KEENAM, KETUJUH, KEDELAPAN, KEDUA BELAS sampai KEENAM BELAS
- JDIH KemenPANRB: KepmenPANRB No. 321 Tahun 2024 tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan PNS TA 2024 (status Berlaku)
- BKN: Halaman regulasi KepmenPANRB Nomor 321 Tahun 2024
- PermenPANRB No. 6 Tahun 2024 tentang Pengadaan Pegawai ASN (JDIH BPK, status Berlaku)
- PermenPANRB No. 6 Tahun 2024 (PDF resmi): Pasal 30, 31, 43, 45, dan 69
- PermenPANRB No. 27 Tahun 2021 (JDIH BPK, status Tidak Berlaku, dicabut oleh PermenPANRB 6/2024) - rujukan historis
- BKN: 3 Juta Pelamar CPNS 2024 Berkompetisi di Tahap SKD (siaran pers 010/RILIS/BKN/X/2024)
- Portal CAT BKN (simulasi resmi di cat.bkn.go.id/simulasi)
- Kementerian PANRB: Nilai Ambang Batas SKD Sekolah Kedinasan (KepmenPANRB No. 93/2022)
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa passing grade SKD CPNS terbaru?
Passing grade SKD CPNS untuk kebutuhan umum adalah TWK 65, TIU 80, dan TKP 166, dengan nilai kumulatif tertinggi 550. Angka ini ditetapkan dalam KepmenPANRB No. 321 Tahun 2024 Diktum KEDUA BELAS (seleksi CPNS TA 2024) dan konsisten dengan KepmenPANRB No. 651/2023. Per 17 Juli 2026 belum ada Kepmen baru, jadi angka ini berstatus acuan TA 2024.
Apakah passing grade SKD dihitung dari skor total?
Tidak. Passing grade berlaku per subtes: kamu harus mencapai minimal 65 di TWK, 80 di TIU, dan 166 di TKP sekaligus. Skor total tinggi tidak menyelamatkan kalau ada satu subtes yang di bawah ambang.
Berapa jumlah soal SKD CPNS dan durasi pengerjaannya?
SKD terdiri dari 110 soal: 30 soal TWK, 35 soal TIU, dan 45 soal TKP (KepmenPANRB 321/2024 Diktum KEENAM). Seluruhnya dikerjakan dalam 100 menit sesuai Diktum KETIGA, menggunakan sistem CAT BKN sebagaimana ditetapkan PermenPANRB No. 6 Tahun 2024 Pasal 30 ayat (1).
Bagaimana cara menghitung skor SKD?
TWK dan TIU: jawaban benar bernilai 5, salah atau kosong bernilai 0. TKP: setiap jawaban bernilai paling rendah 1 dan paling tinggi 5, tidak menjawab bernilai 0. Skor maksimal TWK 150, TIU 175, TKP 225, total 550. Semua diatur di Diktum KETUJUH dan KEDELAPAN KepmenPANRB 321/2024.
Berapa jawaban benar minimal agar lolos passing grade SKD?
Di TWK butuh minimal 13 jawaban benar (13 x 5 = 65) dan di TIU minimal 16 jawaban benar (16 x 5 = 80). Di TKP kamu perlu rata-rata nilai sekitar 3,69 per soal dari 45 soal untuk mencapai 166.
Apakah ada nilai minus jika jawaban salah di SKD?
Tidak ada. Jawaban salah di TWK dan TIU bernilai 0, bukan minus, sedangkan di TKP semua opsi bernilai minimal 1. Karena itu selalu isi semua soal; mengosongkan jawaban hanya merugikan.
Apakah sudah ada passing grade SKD untuk CPNS 2026?
Belum. PermenPANRB No. 6 Tahun 2024 Pasal 43 ayat (3) mendelegasikan penetapan nilai ambang batas kepada Keputusan Menteri yang terbit per tahun anggaran, dan per 17 Juli 2026 belum ada pengumuman jadwal seleksi CPNS nasional berikutnya di kanal resmi BKN maupun KemenPANRB. Regulasi NAB terakhir tetap KepmenPANRB 321/2024.
Ditulis oleh
Tim Redaksi Target Lulus
Tim penyusun konten Target Lulus. Seluruh info seleksi dirujuk ke pengumuman resmi BKN, KemenPAN-RB, SNPMB, dan instansi terkait dengan tautan sumber di setiap artikel.
Tim Redaksi Target Lulus menyusun rangkuman materi, bank soal, dan panduan seleksi berdasarkan kisi-kisi serta peraturan resmi. Setiap klaim jadwal dan persyaratan selalu ditautkan ke sumber resminya.